Sabtu, 01 Maret 2014
Pandangan Media Sosial untuk Prestasi
Internet sudah menjadi darah dagingnya para khalayak di
negeri kita ini. Tergantung dari keinginannya untuk browsing, download,
streaming, ataupun menggunakan media sosial yang tersedia.
Pendidikan dan Internet sudah lama ada di Indonesia, dan
(mungkin) sebagai alternatif dari membaca literatur yang nyata (seperti
buku,majalah, dll...) , dan kita bisa menggunakannya sebagai pengasah
kreatifitas untuk membuat prestasi untuk sekolah kita sendiri.
Contohnya , E-Book. Teknologi yang sudah diterapkan pada masa-masa komputer yang mulai ada (1970 – Wikipedia) dengan format PDF (Adobe – Wikipedia) telah mengubah dinamika akan media cetak, karena tak bisa dimakan oleh waktu karena ‘penyakit buku nganggur’ (mis: lusuh, robek, kotor dimakan rayap), E-Book juga bisa dibagi-pakai oleh orang yang membutuhkannya..
Contohnya , E-Book. Teknologi yang sudah diterapkan pada masa-masa komputer yang mulai ada (1970 – Wikipedia) dengan format PDF (Adobe – Wikipedia) telah mengubah dinamika akan media cetak, karena tak bisa dimakan oleh waktu karena ‘penyakit buku nganggur’ (mis: lusuh, robek, kotor dimakan rayap), E-Book juga bisa dibagi-pakai oleh orang yang membutuhkannya..
E-Learning, banyak tersebar dalam dunia maya. Ini akan
memacu para otodidak untuk belajar lebih banyak lagi, tanpa harus mengeluarkan
uang dan tenaga. (mis: Edmodo)
Namun, layanan diatas belum tentu mencukupi akan
pengetahuan, maka Forum dan SocNet (Social Network) menjadi layanan yang
digunakan untuk saling bertukar pikir, namun tidak langsung. (mis: Kaskus,
Facebook)
Teknologi inilah yang memudahkan kita untuk meningkatkan
prestasi di sekolah , namun poin-poin diatas tidaklah cukup untuk mendapat pengetahuan
yang mumpuni. Oleh karena itu kita harus sering membaca buku, dan literatur
lainnya dan sering diskusi. Tapi bukan berarti media sosial adalah sumber negatif, tergantung dari diri kita masing-masing saja.
Oke, pertanyaan terakhir. Apa ada buktinya akan media sosial
untuk prestasi?
Ada, sebagai contohnya. Penulis telah mengikuti APCYS2013 di
Palembang, pada bulan Mei setahun lalu, ada
peserta dari Tim Indonesia yang berdomisili di kota penulis. Praken Surf adalah proyeknya yang dipajang
untuk penjurian atas hasil kerjanya tersebut, Penulis sempat bertanya-tanya
sampai mendownload browser yang dibuatnya tersebut, dan yang bikin terkejut adalah.. ada pihak
luar negeri yang turut andil dalam pembuatan browser tersebut dan itu lewat Forum pula. Ini berarti
bahwa Media sosial memang berguna dalam prestasi, seperti event konferensi
Internasional ini.
Kesimpulannya, Media sosial memang bisa diandalkan sebagai
sumber untuk mengasah ilmu kita untuk prestasi belajar, namun para siswa belum
menggunakannya secara pasti mengingat pandangan kita terhadap Internet itu
hanyalah digunakan untuk bersenang-senang (namun tidak semua.) , Oleh karena itu kita harus menambah inti dalam
mindset kita untuk menganggap Internet sebagai media sosial yang sangat berguna
untuk dirinya di masa mendatang.
Sumber: wikipedia, ernititisprahesti.blogspot.com, tita7ezer.blogspot.com
Palembang, 02/03/2014.
Chairul Amin, SMKN 4 Palembang.


0 komentar:
Posting Komentar